Bila anda muslim/ah coba hitung sudah berapa mesjid yang pernah dikunjungi? Masihkah terhitung oleh Jari? Sudah cukup banyak yang pernah didatangi dan ternyata disetiap mesjid selalu terasa nyaman didalamnya. Bersyukur hidup di Indonesia tidak sulit untuk mencari mesjid untuk melakukan aktifitas ibadah. Hampir di setiap tempat hanya dengan berjalan kaki, kita dapat mencapai pada suatu mesjid.
Ramadhan kali ini aku sempat berkelana ke beberapa mesjid di daerah Jakarta dan satu mesjid di Bandung. Berpindah dari satu tempat ke tempat berpetualang menikmati kenikmatan dalam mesjid sekaligus memperbanyak ibadah mumpung ketika Ramadhan. Karena Ramadhan terakhir harusnya menjadi terindah yang kita lalui sepanjang masa. Berikut empat dari delapan mesjid yang akan aku ceritakan.
Mesjid Istiqlal
Orang Indonesia mana yang gak tau mesjid ini? Kalo letaknya sendiri berada di sebelah timur laut Monas, Jakarta Pusat. Ketika aku menuju kesana, mesjid dapat terlihat dari jauh tapi agak sulit juga mencari jalan untuk masuk, sehingga sedikit berputar-putar terlebih dahulu. Kalo di Mesjid UI ada danaunya di Istiqlal ada sungainya. Sungai yang berwarna kehitaman, sungai yang penuh dengan sampah dan berbau khas Jakarta, Maklumlah lokasinya aja di Jakarta, pusat lagi. Ketika pertama masuk, gerbang besar Al-fatah menyambut, besar sekali gerbangnya. Kemudian di bagian bawah aku menyusuri tempat lembab (tempat wudhu dan toilet), ternyata mesjid sebesar ini kehabisan air di toiletnya, hidungku tak mau kompromi segera saja aku pergi ke atas setelah wudhu. Kemudian aku naik ke lantai utama sudah terlihat ratusan orang bergelimpangan tidur dan beberapa orang shalat di bagian depan. Maklumlah, datangnya aja udah jam 23.15an, dan tentu saja tak kusia-siakan untuk langsung ikut tidur berjamaah. Pada sekitar jam satu malam satpam membangunkan orang-orang yang bertebaran tersebut untuk melakukan Qiyamullail (Berdiri Malam-malam aka Shalat malam) berjamaah. Tetap saja ternyata masih banyak yang tidak ingin meninggalkan mimpinya, tapi tidak sedikit pula kok yang akhirnya bangun dan melakukan shalat, setengah-setengahlah. Ketika ingin sahur cukup kaget karena baru saja keluar dari mesjid untuk pergi mencari warung ke sekitar Stasiun Juanda adzan berkumandang. Tahukan artinya adzan subuh? waktu puasa sudah dimulai, belum makan lagi. Akan tetapi setelah kembali aku cek jam ternyata masih jam 3.20an, hmmm, jadi adzan apakah itu? Pada pagi hari, ada Ceramah dan setelah itu aku dan kawanku kamal mengeksplorasi mesjid lantai demi lantai. Sayangnya mesjid yang terdiri dari empat lantai ibadah itu bagian lantai tiga keatasnya dikunci, mungkin untuk menghindari ada orang yang bunuh diri dari lantai yang lebih atas.
Mesjid Agung Al-Azhar (MAA)
Sebuah mesjid yang berada di lingkungan pendidikan. Berada di Daerah Sudirman(bener gak?) sebelah utara blok M deh. Mesjid yang tempat utamanya di lantai dua ini memiliki arsitektur bangunan yang menarik terutama jendela unik yang banyak mengelilingi mesjid. Di bagian bawah sebuah aula yang biasa dijadikan ruangan serba guna. pada saat disini aku tidak begitu banyak mendapatkan hal yang menarik karena saat disini lebih banyak tidurnya daripada aktifitasnya. Zzzzzzz....
Mesjid Ukhuwah Islamiah (UI)
Kata UI disini memiliki makna ganda Ukhuwah Islamiah atau Universitas Indonesia. Pasti sudah tau UI dimana bukan? Mesjid ini menjadi pusat untuk beribadah maupun untuk kegiatan keislaman para mahasiswa UI. Anak fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer) yang sudah merasa sesak di mushala fakultas pasti kaburnya kesini karena tidak jauh dari gedung fasilkom. Sebuah danau tepat di samping kiri mesjid, begitu indah dipandang kecuali sampahnya. Titik yang menarik karena tepat di sebrang danau terlihat bangunan rektorat berdiri gagah dan kini di tambah sebuah tulisan besar "SCIENCES PARK". Ketika malam angin hembusan danau cukup mendinginkan badan. Sedikit masalah yang sering kurasakan di mesjid ini adalah masalah air, ntah mengapa!? mungkin karena dekat danau sehingga walupun air di WC habis masih ada air danau.

Mesjid Al-Ikhlash
Mesjid kembaranku, namanya. Terletak di daerah pasar minggu dekat SMA 28. Mesjidnya terletak dilantai dua sedangkan bawahnya dijadikan Taman Kanak-kanak (TK) dan apalagi yaa lupa. WC bagian bawahnya membuat aku tahan untuk tidak ke WC. Tapi ternyata sebenarnya ada WC juga di bagian atas, nah yang ini bikin betah di WC sesuai keperluan. Shalat malam di bagi menjadi dua gelombang jam sembilan malam dan jam 1.30 malam. Setelah shalat gelombang pertama jamaah diberi cemilan donat dari Dunkin Donuts lumayan juga. Kemudian ketika sahur untuk versi ekonomi makan dalam satu kotak (apa ya namanya?) bersama-sama, asyik, menambah keakraban, kecuali bagi orang yang merasa harus steril. Ada juga sahur versi eksekutif loh tapi aku tak tahu itu bagaimana ceritanya.
Kuucapkan sebesar-besarnya kepada Kamal yang bersedia menjadi supir pribadiku. Dua kali mogok habis bensin dua kali pula mogok tepat di dekat penjual bensin botolan, Alhamdulillah, sehingga tidak perlu mendorong motor. Mudah-mudahan kita dapat dipertemukan lagi di Ramadhan tahun depan. Oia, urutan penejelasan menunjukkan tingkat kenyamanan yang kurasakan, tentu ini sifatnya subjektif.
“Bumi itu semuanya merupakan masjid (tempat shalat) kecuali kuburan dan kamar mandi”
bersambung...
Comments
wa'alaikussalam ki,...
Iya nih baru bikin, walaupun niatnya udah lama,
Bisa Dong ada Om google, kemaren pas jumatan, bapakku katanya ngeliat kamu tapi aku nggak, ngomong gitu kebetulan lagi ngeblog jadinya searching deh.
Mohon maaf juga...
hehe, iya ntar InsyaAllah bakal sering deh blogwalking...
Photo masa lalu
Photo masa lalu saat parkiran-parkiran dengan paving bloknya belum dibangun...
Yups, ntar saya link balik, kalo udah diperbaiki blogku
@ Natsir
Selamat Idul Fitri juga!
- Listrik mati, kemana-mana gelap, apalagi mau ke wc,... Jadi gak bangun deh..
Dulu waktu di Sukabumi suka denger juga sih sekitar jam 2.00an, bukan dari mesjid ABA (Abdurahman Bin Auf) tapi dari mesjid yang lain. Dan jam segitu dulu pernah jadi jam malam - pernah kesel gara" itu
spamming
itu spamming gung spam filternya belum beres nih... btw linknya saya sensor yee!
Post new comment